Akhir-akhir ini banyak dijumpai fenomena-fenomena kenakalan anak, baik di dunia maya ataupun di dunia nyata. Mulai dari bentuk perkataan dan tindakan yang tidak pantas, pelecehan dan kekerasan seksual, gaya hidup dan penampilan yang tidak sesuai dengan tuntunan syari'at Islam, hingga perlakuan seorang anak terhadap gurunya sendiri sampai akhirnya gurunya sendiri dipidanakan.
Ikhwatal Islam,
Pendidikan yang baik adalah proses menanamkan akhlaq terpuji secara kokoh ke dalam jiwa si anak, sehingga si anak mampu menghindarkan dirinya dari perilaku tercela, syahwat yang tidak pada tempatnya yang benar, dan menjadikan jiwa si anak tidak akan merasa tenang kecuali jika dia mengerjakan sesuatu yang baik dan berada di tempat dan posisi yang baik pula. Maka secara otomatis jiwa si anak akan membenci semua hal yang bertentangan dengan kebenaran. Si anak akan menerima tanpa paksaan segala kebenaran dan akan mencintainya pula. Rasa cinta tidak dapat ditanamkan dengan kekerasan, melainkan hanya akan muncul jika ada unsur-unsur seperti di bawah ini:
1. Kelembutan
Tentu banyak sekali hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang menjelaskan tentang keutamaan bersikap lembut saat berinteraksi dengan orang lain, diantaranya dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala hal." [HR. Al Bukhari No. 6024]Kemudian masih dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika Allah 'azza wa jalla menginginkan kebaikan bagi anggota rumah tangga, Dia akan memasukkan kelembutan kepada mereka."[HR. Imam Ahmad dalam musnadnya (24427), dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jaami 'as-Shaghir (303)]
Termasuk diantara tabiat anak-anak adalah mereka mencintai orangtua yang lemah lembut kepada mereka, membantu mereka, dan yang perhatian kepada mereka, yang membimbing mereka tanpa berteriak-teriak dan amarah. Mereka menyukai orangtua yang mendidik mereka dengan kesabaran dan penuh hikmah. Anak-anak usia dini sangat membutuhkan permainan dan hiburan, hal ini adalah hal yang sudah menjadi kodrat anak. Usia dini merupakan usia yang amat tepat untuk menanamkan adab-adab yang baik sebelum dia bercampur dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, wajib bagi orang tua menyeimbangkan antara pendidikan dengan hiburannya, agar anak tidak merasa jenuh.
Disaat seorang anak mencintai orangtua karena kelembutannya, maka cintanya ini akan memotivasi mereka dengan amat kuat untuk selalu menaati perintah orangtuanya. Namun sebaliknya, seorang anak akan ketakutan bila memiliki orangtua yang kasar dan tidak ada kelembutan pada kedua orangtuanya, sehingga akan menumbuhkan sifat dusta dan tipu daya pada diri anak, karena takut orangtuanya memarahinya ketika anak berbuat salah.
2. Jadikan Hukuman Sebagai Pilihan Yang Kesekian, Bukan Pilihan Utama
Kelembutan pada orangtua bukan berarti meniadakan hukuman. Perlu digarisbawahi disini, saat membesarkan anak, hukuman harus diberikan dengan bijak. Amat sangat tidak benar jika setiap kesalahan yang dilakukan oleh anak harus diganjar dengan hukuman. Hukuman diterapkan apabila kelembutan tidak lagi berpengaruh, dan nasihat telah diabaikan.Kemudian, berikanlah hukuman yang terdapat manfaat di dalamnya. Misalkan anak anda malas belajar karena terlalu sering menonton TV atau sibuk dengan mainannya, maka anda dapat menghukumnya dengan melarangnya menonton TV selama beberapa periode yang anda tentukan, atau menyita mainannya dan berjanji mengembalikannya jika nilai pelajarannya meningkat atau ada syarat lain yang baik untuk anda ajukan ke anak. Disini terdapat banyak manfaat dalam hukuman yang diberikan. Anda dapat mengajak anak anda menyibukkan diri dengan hal yang lebih berguna, seperti shalat berjamaah di masjid bersama anak, belajar bersama anak, atau mengerjakan sesuatu yang dapat menumbuhkan kreatifitasnya.
3. Memberikan Teladan Yang Baik
Jika anda ingin memiliki anak yang baik akhlaknya, maka anda pun wajib memperbaiki akhlak anda sehingga memiliki akhlak yang baik. Salah seorang ulama mengatakan kepada guru dari anak-anaknya, "Hal pertama yang harus anda lakukan untuk mendidik keshalihan anak-anak saya adalah membuat diri anda sendiri menjadi shalih. Karena kesalahan mereka adalah bentuk mencontoh dari kesalahan anda, hanya perbuatan baik saja yang harus anda lakukan dan tinggalkanlah perbuatan yang jelek dihadapan mereka." (Taarikh Dimasyq, 38/271-272).4. Menerapkan Lingkungan Yang Baik
Pengertian dari lingkungan baik adalah lingkungan dimana perbuatan baik dipuji dan pelakunya dimuliakan, sedangkan perbuatan buruk dibenci dan pelakunya dicela. Di jaman sekarang ini, lingkungan yang demikian amat jarang ditemukan. Namun, jika kita mengerahkan segala upaya dan ikhtiar kita mulai dari jiwa, tenaga dan harta, insya Allah kita akan menemukannya.Maksudnya disini adalah, jika ada sebuah keluarga muslim yang taat tinggal di sebuah perkampungan yang jahil dan sarat akan perbuatan tercela, maka keluarga ini harus berusaha untuk hijrah ke tempat yang lebih baik, seperti di dekat masjid, atau pusat pembelajaran Islam yang aktif dalam menjalankan program-programnya terutama untuk anak-anak muslim.
Jika orangtua mampu dan rela mengeluarkan uang mereka untuk pakaian yang bagus, makanan yang lezat, dan rumah yang megah, maka tidak ada alasan bagi mereka untuk bersedia mengeluarkan uangnya dalam usaha mendidik anak-anaknya memperoleh akhlak yang mulia.
5. Tidak Pernah Berhenti Berdoa
Selalu dan selalu harus anda ingat, bahwa ikhtiar yang anda lakukan harus diimbangi dengan doa. Perbanyaklah berdoa memohon agar diberikan anak yang shalih, terutama berdoa di waktu yang mustajab, seperti sehabis adzan, sepertiga malam terakhir, disaat sujud dan pada hari Jum'at.Semoga kita dikaruniai anak yang shalih yang dapat berguna bagi agama dan bangsa.
Hadanallahu wa iyyakum ajma'in.
Yuk bergabung dengan kami di Channel Telegram
Bahagia Dengan Sunnah
Berbagi kebahagiaan terhadap sesama, tebarkan sunnah, mantapkan aqidah, pererat ukhuwah.
Dakwah Sunnah amatlah lembut !
https://telegram.me/bahagiadengansunnah

0 Response to "Mendidik Anak Yang Ideal Menurut Islam"
Posting Komentar